Rabu, 31 Maret 2021

mekanisme reaksi bersaing SN2 dan E2

 Setelah membahas mekanisme reaksi bersaing antara SN1 dan E1 pada minggu lalu , sekarang topik yang akan dibahas adalah mekanisme reaksi bersaing antara SN2 dan E2 !

 seperti  yang telah kita ketahui bahwa reaksi  bersaing terjadi pada suatu mekanisme reaksi yang memiliki persamaan pada faktor tertentu .   ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi bersaing antara SN2 dan E2 ini , yaitu pada kedua reaksi ini sama-sama terjadi  pada pelarut polar seperti H20 , dan juga kedua reaksi ini terjadi pada keadaan basa  dimana semakin tinggi  tingkat kebasaan yang terjadi  pada reaksi , semakin rendah kemungkinan terjadinya reaksi SN2  tetapi lebih mungkin untuk terjadi  reaksi E2. pada reaksi bersaing antara SN2 dan E2  ini yag lebih dominan terjadi adalah  reaksi SN2 .  dominasi reaksi SN2 ini terjadi dikarenakan bukan hanya dapat dilihatberdasarkan tingkat kebasaannya melaikan juga dilihat dari  struktur alkil halida, struktur basa, dan juga temperatur pada reaksi tersebut . 

pada struktur alkil halida primer, persentase produk  reaksi E2 lebih kecil  dibandingkan dengan persentase produk  SN2, tetapi pada perspektif streokimia suatu atom karbon yang diikat oleh karbon pusat memiliki suatu subtituen maka  akan terjadi halangan sterik dimana mengakibatkan basa yang sukar menyerang suatu atom karbon pusat pada alkil halida dan kemudian terjadilah reaksi eliminasi E2. pada alkil halida  ssekunder relativitas produk yang dihasilkan bergantung pada factor lain dimana semakin kuat dan meruah basa maka reaksi yang dominan terjadi adalah E2 dibandingkan dengan SN2, begitupun sebaliknya. pada alkil halida tersier reaksi yang dominan terbentuk adalah reaksi hasil produk E2, tetapi terdapat pengecualian  jika suatu atom karbon bersuubtituen yang terikat pada suatu atom utama yang tidak memiliki atom H  maka tidak akan terjadi reaksi,  hal  ini dikarenaklan prinsip  asam  basa bronsted dimana basa yang digunakan pada reaski E2 berperan sebagai akseptor ptoron , tidak  adanya atom H ini akan menyebabkan tidak ada proton yang akan diprtonasikan.

selanjutnya dilihat berdasarkan pada temperatur suatu reaksi dimana akan terjadi reaksi eliminasi  E2 , apabila  dikaiitkan dengan temperatur dengan energi aktivasi , energi aktivasi yang tinggi sebagai penunjang reaksi E2  diakibatkan oleh  molekul yang bertumbukan,  jika semakinn tinggi suhu maka   semakin intens tumbukan antar molekul  yang mengakibatkan naiknya energy aktivasi. 

dari kebasaan reaksi SN2 dan E2  terjadi  relativitas hasil  kompitisi, dimana basa primer memiliki  suatu kekauatan basa yang tinggi dari bassa sekunder , akan memiliki hassil produk yang dminanterjadi SN2  debandingkan dengan E2 . Lalu bagaimanakah kita bisa membedakan antara reaksi  SN2 dan E2 ini? 

perhatikan gambar berikut ini : 



apabila suatu basa lewis  dalam suatu reaksi yang berperan  sebagai nukleofilnya   atau gugus  pengganti,  maka bisa dikatakan  bahwa reaksi yang akan terjadi  adaah reassi SN2, namun apabila  suatu basa lewis dalam reaksi  berperan sebagai basa bronsted maka bisa dikatakan bahhwa halis produk yang akan terjadi  adalah reaksi E2.

permasalahan ; 

1. mengapa  energi aktivasi dikatakan  sebagai  penunjang dari  reaksi E2 ?  apakah energi aktivasi ini satu-satunya penunjang padareaksi E2? jelaskan !

2.  apa yang terjadi jika  pada reaksi  SN2 dan E2 dalam alkil  halida primer yang memiliki banyak  halangan sterik? 

3. apa yang akan terjadi pada keduaa reksi  SN1 dan E1 jika  pada alkil halida  tersier  seluruh atom C utama yang terikat pada atom C utama tidak  memiliki  suatu atom hidrogen?jelaskan ! 


2 komentar:

  1. Baiklah saya Hermina Simatupang NIM A1C119058 ingin menjawab permasalahan yang kedua dimana pada reaksi E2 umum terjadi ketika ion yang datang memiliki halangan sterik sehingga penarikan proton menjadi lebih mudah dan Karena halangan sterik di sekitar pusat elektrofilik bertambah, seperti halnya isobutil bromida, substitusi lebih tidak disukai dan eliminasi merupakan produk yang mendominasi. Terimakasih 🙏🏻

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Lusya Siboro dengan NIM A1C119098 izin menjawab permasalahan nomor satu.Energi aktivasi dikatakan sebagai penunjang dari reaksi E2 karena berdasarkan pada temperatur suatu reaksi dimana akan terjadi reaksi eliminasi E2 , apabila dikaiitkan dengan temperatur dengan energi aktivasi , energi aktivasi yang tinggi sebagai penunjang reaksi E2 diakibatkan oleh molekul yang bertumbukan, jika semakinn tinggi suhu maka semakin intens tumbukan antar molekul yang mengakibatkan naiknya energi aktivasi.
    Terimakasih🙏

    BalasHapus