Setelah membahas mekanisme reaksi bersaing antara SN1 dan E1 pada minggu lalu , sekarang topik yang akan dibahas adalah mekanisme reaksi bersaing antara SN2 dan E2 !
seperti yang telah kita ketahui bahwa reaksi bersaing terjadi pada suatu mekanisme reaksi yang memiliki persamaan pada faktor tertentu . ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi bersaing antara SN2 dan E2 ini , yaitu pada kedua reaksi ini sama-sama terjadi pada pelarut polar seperti H20 , dan juga kedua reaksi ini terjadi pada keadaan basa dimana semakin tinggi tingkat kebasaan yang terjadi pada reaksi , semakin rendah kemungkinan terjadinya reaksi SN2 tetapi lebih mungkin untuk terjadi reaksi E2. pada reaksi bersaing antara SN2 dan E2 ini yag lebih dominan terjadi adalah reaksi SN2 . dominasi reaksi SN2 ini terjadi dikarenakan bukan hanya dapat dilihatberdasarkan tingkat kebasaannya melaikan juga dilihat dari struktur alkil halida, struktur basa, dan juga temperatur pada reaksi tersebut .
pada struktur alkil halida primer, persentase produk reaksi E2 lebih kecil dibandingkan dengan persentase produk SN2, tetapi pada perspektif streokimia suatu atom karbon yang diikat oleh karbon pusat memiliki suatu subtituen maka akan terjadi halangan sterik dimana mengakibatkan basa yang sukar menyerang suatu atom karbon pusat pada alkil halida dan kemudian terjadilah reaksi eliminasi E2. pada alkil halida ssekunder relativitas produk yang dihasilkan bergantung pada factor lain dimana semakin kuat dan meruah basa maka reaksi yang dominan terjadi adalah E2 dibandingkan dengan SN2, begitupun sebaliknya. pada alkil halida tersier reaksi yang dominan terbentuk adalah reaksi hasil produk E2, tetapi terdapat pengecualian jika suatu atom karbon bersuubtituen yang terikat pada suatu atom utama yang tidak memiliki atom H maka tidak akan terjadi reaksi, hal ini dikarenaklan prinsip asam basa bronsted dimana basa yang digunakan pada reaski E2 berperan sebagai akseptor ptoron , tidak adanya atom H ini akan menyebabkan tidak ada proton yang akan diprtonasikan.
selanjutnya dilihat berdasarkan pada temperatur suatu reaksi dimana akan terjadi reaksi eliminasi E2 , apabila dikaiitkan dengan temperatur dengan energi aktivasi , energi aktivasi yang tinggi sebagai penunjang reaksi E2 diakibatkan oleh molekul yang bertumbukan, jika semakinn tinggi suhu maka semakin intens tumbukan antar molekul yang mengakibatkan naiknya energy aktivasi.
dari kebasaan reaksi SN2 dan E2 terjadi relativitas hasil kompitisi, dimana basa primer memiliki suatu kekauatan basa yang tinggi dari bassa sekunder , akan memiliki hassil produk yang dminanterjadi SN2 debandingkan dengan E2 . Lalu bagaimanakah kita bisa membedakan antara reaksi SN2 dan E2 ini?
perhatikan gambar berikut ini :
apabila suatu basa lewis dalam suatu reaksi yang berperan sebagai nukleofilnya atau gugus pengganti, maka bisa dikatakan bahwa reaksi yang akan terjadi adaah reassi SN2, namun apabila suatu basa lewis dalam reaksi berperan sebagai basa bronsted maka bisa dikatakan bahhwa halis produk yang akan terjadi adalah reaksi E2.
permasalahan ;
1. mengapa energi aktivasi dikatakan sebagai penunjang dari reaksi E2 ? apakah energi aktivasi ini satu-satunya penunjang padareaksi E2? jelaskan !
2. apa yang terjadi jika pada reaksi SN2 dan E2 dalam alkil halida primer yang memiliki banyak halangan sterik?
3. apa yang akan terjadi pada keduaa reksi SN1 dan E1 jika pada alkil halida tersier seluruh atom C utama yang terikat pada atom C utama tidak memiliki suatu atom hidrogen?jelaskan !
