hallo! nah kali ini saya akan membahas tentang mekanisme reaksi subtitusi nukleofilik SN2 .
rekasi SN2 adalah subtitusi nukleofilik bimolekular..jadi pada subtitusi ini dilakukan oleh sebuah nukleofil dan pada reaksi ini terjadi secara bimolekular.pada reaksi ini akan kita lihat bahwa akan terjadi reaksi secara serempak atau bersamaan .artinya jika pada reaksi ini terjadi secara bersamaan maka dia hanya ada satu tahap. nah pada satu tahap itu baik itu alkil halida maupun nukleofil berada pada hal yang akan menentukan suatu hasil .
secara umum pada reaksi ini terjadi ketika jika alkil hailda berupa metil maupun berupa alkil halida primer. jika digunakan nukleofil yang kuat akan mempengaruhi jalannya suatu reaksi . mugkin ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tetapi yang dominan yang dipelajari adalah hanya pada jenis alkil halida dan jenis nukleofil . yang akan saya bahas pada blog ini khusunya pada mekanisme reaksi SN2 ini . bagaimana reaksi SN2 ini berlangsung.
perhatikan gambar berikut !
pada gambar diatas ada OH- berupa nukleofil dan setelah reaksi itu ada aklil halida primer . pada gambar tersebut OH akan melakukan penyerangan terhadap alkil halida itu dimana halida tersebut harus bereaksi dengan sisi yang berlawanan seperti Br itu sendiri. ketika reaksi itu terjadi maka akan menghasilkan dimana OH akan terikat pada C dan gugus-gugus yang ada dikanan akan ditolak oleh OH sehingga dia akan mengarah pada sisi yang berbeda .pada reaksi di gambar akan terjadi ikatan baru yang terbentuk .dan ikatan C-X kan patah . kedua reaksi ini terjadi secara bersamaan .
pada reaksi subtituis nukleofilik SN2 ini , suatu reaksi akan paling cepat terjadi pada saat gugus alkil pada subtrat berupa metil atau primer dan yang paling lambat terjadi bila subtrat berupa tersier. dan alkil halida sekunder bereaksi dengan laju pertengahan . faktor yang mempengaruhi cepat reaksi ini disebut dengan rintangan sterik . rintangan sterik ini adalah jejakan ruang dalam struktur 3 bila gugus tiga besar berjejalan dalam ruang sempit , tolak mmenolak gugus bertambah parah karena itulah susah terjadi reaksi .
Permasalahan :



Saya Adinda Zahra Apriliya NIM A1C119102 akan menjawab permasalahan no 1.
BalasHapus1. Laju reaksi kimia artinya ukuran berapa cepat reaksi itu berlangsung. Laju reaksi pada banyak variabel. Menambah konsentrasi pereaksi yang sering mengalami reaksi SN2, akan menambah laju terbentuknya produk, karena akan menambahnya terjadi tabrakan antar molekul. Jika semua variabel lainnya dibuat konstan dan konsentrasi nukleofil dilipat duakan, maka laju pemesanan produk juga berlipat dua. Jika salah satu konsentrasi dilipat tigakan, laju juga akan berlipat tiga.
saya Sindy Putri Edyana NIM A1C119010 ingin menjawab permasalahan no 3.
BalasHapuskarena salah satu variabel eksperimen yang dappat membantu kita mengendalikan mekanisme ialah kepolaran pelarut, karena pelarut dapat menurunkan maupun meningkatkan energi. Sehingga mempengaruhi cepat lambatnya reaksi SN2. Sebagai contoh pelarut olar dapat mensolvasi ion, maka solvasi nukleofilik menjebak pasangan elektron bebasnya. jadi reaksi SN2 yang lajunya bergantung pada keefektifan nukleofilik dihambat oleh pelarut polar, tetapi pelarut polar yang aprotik dapat mempercepa reaksi SN2. Dikarenakan pelarut ini mensolvasi kation dan anion tak tersolvasi sehingga memperbaiki kenukleofiliknya.
saya nadia fransiska dengan NIM A1C119034 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. Atom karbon terujung dalam gugus alkil halida SP3 bermuatan atom positif parsial yang mana hal ini akan dapat dengan mudah diserang oleh anion ataupun pasangan elektron yang menyendiri pada kulit terluarnya. Pada saat alkil halida diserang oleh anion atau pasangan elektron, halida akan pergi dan mengacu oleh nukleofil, Lepasnya halida ini disebut dengan gugus pergi. Pada reaksi subtitusi alkil halida gugus pergi yang paling baik dimulai dari iodida, bromida, klorida namun tidak dengan flourida yang mana tingkat kebasaannya yang paling kuat yang menyebabkan tepung merupakan gugus pergi yang tidak baik, oleh karena itu gugus pergi yang baik yang buruk adalah F
BalasHapus